Minggu, September 07, 2014

45 Derajat dalam Kehidupan Manusia

45 Derajat dalam Kehidupan Manusia - Kelihatannya aneh, ini bukan pelajaran matematika, tetapi meminjam istilah matematika. Kenapa aneh ? Pada sudut 45 derajat harga sinus dan cosinusnya sama besar yaitu ½√2. Kita tidak bicara soal matematika, tetapi kita coba hubungkan 45 derajat dengan pelajaran fisika. Ada yang unik kenapa 45 derajat sangat spesial dalam kehidupan ini.

Tuhan Maha Unik, Maha Esa, tak ada satupun makhluknya yang menyamainya. DIA mengajarkan pelajaran kehidupan ini dengan memperlihatkan kejadian kejadian di alam semesta dan kehidupan kita. Mulai dari partikel yang paling kecil dalam bentuk atom atau molekul sampai dengan yang terbesar yaitu planet dan galaksi. Di setiap kejadian alam, Tuhan menyiratkan pelajaran kehidupan yang sangat indah, bagi orang orang yang mau berpikir.

Dan hari ini aku diperlihatkan oleh Tuhan tentang indahnya gerak parabola jika diterapkan dalam kehidupan manusia. Pagi ini hariku benar benar penuh dengan pekerjaan sebagai panitia penerimaan siswa baru di sekolahku. Kebetulan aku ditempatkan di bagian entri data RTO ( Real Time Online ). Tugasku adalah mengisikan nomer pendaftaran ke sistem yang sudah dibuat oleh orang orang pintar dan kreatif, sehingga penerimaan siswa baru menjadi lebih sederhana, lebih fair dan dapat dipantau dari mana saja selama yang bersangkutan bisa mengakses internet. Tugas yang cukup berat karena tidak boleh melakukan kesalahan sewaktu mengetikkan nomer pendaftaran. Tapi buatku ini adalah tempat untuk mencari pahala, karena banyak orang tua calon siswa yang belum paham  dengan sistem ini.

Pernah ada orang tua siswa yang kebingungan, kemudian mendekatiku. Anaknya ada diposisi 242 dari 250  siswa yang akan diterima di sekolahku. Padahal penutupan pendaftaran tinggal 2 jam lagi. Kalau sampai 2 jam namanya keluar dari sisterm tersebut maka pupuslah harapannya untuk mendapatkan sekolah yang bagus. Beliau bertanya kepadaku, sebaiknya pindah sekolah atau tetap bertahan menunggu 2 jam lagi ?. Sebuah pilihan yang sangat sulit. Aku bilang pada beliau, dari pengalaman yang kualami berkali kali,  aku katakan pada beliau, teruslah bertahan dan berdoa semoga Tuhan mengasihi putra ibu. Dan alhamdulillah meskipun di posisi hampir paling bawah, anaknya bisa diterima di sekolahku. Ada kebahagiaan yang sangat dalam melihat ibu dan anaknya tersenyum bahagia.

Selesai melaksanakan tugas hari ini, aku segera bergegas pulang karena rumahku hanya berjarak 50 km dari sekolah. Segera aku ambil tas dan jaketku yang aku titipkan diperpustakaan sekolah. Sebuah tempat dimana aku sering bersembunyi dari hiruk pikuknya ruang guru. Bersembunyi dari tagihan administrasi guru, bersembunyi dari saling menggunjing sesama teman, atau terkadang kepala sekolah. Segera aku beranjak ke tempat parkir mencari sepeda motorku. Aku raba raba kantong jaketku, di situ biasanya bersemayam kunci motorku. Tak jua kujumpai sang kunci. Aku cari lagi di perpustakaan, aula, ruang guru, semuanya nihil. Masih ada satu lagi yang belum aku cari, pos satpam. Lagi lagi sang satpam tidak mengetahui keberadaan  kunci motorku. Melihat diriku yang lalu lalang dari satu ruang ke ruang yang lain, salah satu karyawan perpustakaan bertanya kepadaku. Ada apa pak ? Saya lihat dari tadi mencari sesuatu. Sembari tersenyum aku bilang kunci motorku tidak ketemu dari tadi. Sebentar pak, katanya sambil mengambil kunci motornya. Tunggu saja di sini pak. Aku tunggu lima belas menit, tiba tiba dia sudah sampai dengan membawa seorang tukang kunci. Dari pada kehabisan energi untuk mencari kunci, lebih baik panggil saja tukang kuncinya. Tidak sampai 20 menit, dua kunci sudah siap dipakai. Segera aku ambil uang dan bertanya pada tukang kunci tersebut, berapa yang harus aku bayar. Sudah dibayar oleh teman anda tadi, jawab tukang kunci. Subhanalloh ....
 
 
Inilah 45 derajat, sebuah keunikan dari gerak parabola. Kalau kita kaji lebih dalam ternyata mengandung pelajaran kehidupan yang unik, karena gerak parabola sebenarnya  gabungan dari dua gerak yaitu searah sumbu vertikal adalah gerak lurus berubah beraturan dan searah sumbu horisontal adalah gerak lurus beraturan. Gerak lurus berubah beraturan layaknya hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan gerak lurus beraturan adalah hubungan antara sesama manusia. Jika seseorang memiliki hubungan yang seimbang antara Tuhan dan sesama manusia maka orang tersebut mempunyai sudut 45 derajat. Dan kalau kita lihat pada gambar di atas, jarak tembak paling jauh pada gerak parabola akan terjadi jika sudut tembaknya 45 derajat.
 
Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mempunyai sudut 45 derajat? Jawabannya ternyata sederhana, ‘ lakukan kebaikan secara maksimal “, maka otomatis kita sudah punya sudut 45 derajat. Sama seperti pegawai perpustakaan tadi. Setelah bersusah payah mencari tukang kunci,  seharusnya tugas dia sudah selesai. Dia sudah melakukan sebuah kebaikan. Tetapi pegawai perpustakaan tadi merasa belum melakukan kebaikan secara maksimal, maka dilakukanlah kebaikan lagi yaitu membayar ongkos pembuatan kuncinya. Dengan sendirinya sekarang orang itu sudah mempunyai sudut tembak 45 derajad. Inilah kebesaran Tuhan. Beliau mengajarkan pelajaran kehidupan lewat fenomena alam yang disebut dengan gerak parabola. Maka sejatinya siapapun yang mau berpikir dan selalu ingin belajar maka ujung dari pengembaraan pikirannya adalah “ Kebesaran Tuhan “. Seseorang yang sudah sampai pada taraf ini akan menjadi pribadi yang rendah hati, santun, senang melihat  kebaikan orang lain, senang berbagi dan pintar melihat sesuatu dengan cara yang berbeda yaitu cara Tuhan.
 
 
*Dipersembahkan untuk sahabatku “ pegawai perpustakaan

 
Oleh:
Namaku Bakti Sukmoko Aji. Anak anak biasa memanggilku Pak Ajik. Lima belas tahun ada di SMA 8 Yogyakarta membuatku banyak belajar. Belajar dari anak anak yang cerdas sangat menambah perbendaharaan dan kosa kata kehidupan, yang kemudian ingin aku bagikan buat orang lain yang mau membuka hati dan rasa.
Judul tulisanku ini ternyata sama dengan umurku sekarang, 45 derajat tahun. Dan uniknya jarak rumahku sampai SMA 8 juga sekitar 45 derajat km. Aku yakin bukan kebetulan, tapi semua sudah diatur oleh Tuhan. Meskipun aku guru fisika, tapi aku berusaha menjadikan fisika tidak menjadi beban buat anak anak. Aku pingin dengan membedah fisika, kami bisa lebih dekat dengan Tuhan dan aku berharap meskipun hanya kecil tapi bisa memberikan bekal buat anak anak agar kelak menjelma menjadi manusia yang baik, seimbang antara logika dan rasa dan selalu mendekat dan melihat kebesaran Tuhan. Amin…

Setelah membaca postingan tentang 45 Derajat dalam Kehidupan Manusia di atas semoga anda menjadi pribadi yang lebih menghargai sesama. Karena Tuhan menciptakan kita dengan segala kelebihan tidak lain adalah untuk saling menyayangi dan mengasihi. Share dan Like untuk semakin menyebarkan manfaat ke sesama makhluk.


Belum ada Komentar untuk "45 Derajat dalam Kehidupan Manusia"

Posting Komentar

Komentar yang mengandung sara, pornografi, tidak sesuai dengan pembahasan, memasukan link aktif, dan bersifat merugikan orang lain akan dihapus. Terima kasih.

Advertisemen